Lesson Learn (Ibrah) Covid-19

Sunday, April 5, 2020


Novel Coronavirus 2019 or simply known as COVID-19 (Corona Virus Disease 2019) started in Wuhan, China before spreading to the rest of the world since the end of December 2019. What started as normal flu become pandemic after one after another super-power country like the US, France, Italy, and the UK got affected by the disease. As of this article is written, there are approximately 180 countries affected with the total patient has exponentially grown to more than 1 million and total death of more than 60k (as of 5th March 2020). The number is expected to big more and worst than the previous pandemics such as H1N1, MERS-COV, and Ebola.




What is the lesson learn (Ibrah) of this scariest pandemic in the era of IoT and IR 4.0?
  1. You can have the best infrastructures, top healthcare system, superb financial scheme, but if you take it for granted, it is useless. You can see how Italy, Spain, and US are having a tough time combating the virus. And these are countries are superpower with the best military equipment and healthcare.
  2. Earth is taking time to recover and this is one of the good news we heard so far. Here and there we heard that the ozone layer was improved bit by bit.
  3. We see people start to learn how to survive like poor people. Eat when it is necessary and eat only the necessary food.
  4. We start learning the economy and financial system and calculating our expenses and projecting our needs in the future. Many start restructuring their income and debt.
  5. The Internet has become one of the needed items in Maslow’s hierarchy. People are talking about online learning, work from home, work from anywhere, online tv and streaming, etc. Slow internet has become major concern and critical issue to the service providers, of which before this was taken for granted. The teacher starts to learn and applying online teaching using the various tools, of which previously ignore and not many university implemented it. Online shopping and the online market is a boom. Foodservice delivery become critical service providers.
  6. We start to appreciate mosque, masjid, church, temple, etc. People start talking about missing going to the place. When they have work, they are too busy to attend and now they remember about it.
  7. People start to clean their hands and faces. Practice hygiene protection. Follow the Muslim ways of washing their asses when toilet paper is missing.
  8. People start wearing a mask, when previously they condemn Muslim women for covering every section of their body except eyes. They started to appreciate the practice.
  9. Many Muslims now having more time to read the Quran and Solat.
  10. The family now is having more bonding time.
  11. We work like there is no tomorrow, but now we get to rest as there is no job for us.
  12. We can see whom are the rich people that have concern over the poor and who are the rich people that only concern themselves. 
  13. We can see which businesses we need to support and which to forget.
  14. We can see the true color of people.
  15. We start to appreciate our front liners; the doctors, police, army, firefighter, cleaner, service workers and many more.
  16. We should have know which political parties or person that we can trust or put faith in, and who are real jokers.
  17. We learn to be patient and cool and stay calm. Adult start learning to stay in Q (when we lined up to go into grocery) and follow the rules.
  18. Many men learn to shop and buy food, learn to clean shirt and house, and learn to be responsible, son, husband, and father.
  19. Many women now realize the importance of having the right men in their house.
  20. Many parents now realize how their kids are in school and their true color when doing online learning.

There is always a blessing in disguise in everything that happens to us. Allah does not make it happen if there is nothing we can learn (or someone can learn from it). Everything happens for a reason. Either we realize, ignore or simply can’t see it.

So Stay Calm .. Stay Cool .. Fill the time with good things as you will never know when you will have the opportunity again.

May ALLAH save us all and grant us Jannah. InsyaAllah.

Peringatan Allah berkaitan perangai orang kafir dan musyrik

Thursday, March 12, 2020

Sesungguhnya, Allah sudah memperingatkan kepada orang mukmin berkaitan orang-orang kafir dan musyrik agar orang mukmin sentiasa berhati-hati dengan mereka.
Namun, ia tidak menjadi masalah jika ia ditetapkan sekadar pada persahabatan dan kerjasama selain dari urusan berkaitan orang ISLAM.


Surah Al-Baqarah: Ayat 6 - 16

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ - 2:6 
خَتَمَ اللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ وَعَلَىٰ سَمْعِهِمْ ۖ وَعَلَىٰ أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ - 2:7 
وَمِنَ النَّاسِ مَن يَقُولُ آمَنَّا بِاللَّهِ وَبِالْيَوْمِ الْآخِرِ وَمَا هُم بِمُؤْمِنِينَ - 2:8 
يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَمَا يَخْدَعُونَ إِلَّا أَنفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ - 2:9 
فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ - 2:10 
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ قَالُوا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ - 2:11 
أَلَا إِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُونَ وَلَٰكِن لَّا يَشْعُرُونَ - 2:12 
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ آمِنُوا كَمَا آمَنَ النَّاسُ قَالُوا أَنُؤْمِنُ كَمَا آمَنَ السُّفَهَاءُ ۗ أَلَا إِنَّهُمْ هُمُ السُّفَهَاءُ وَلَٰكِن لَّا يَعْلَمُونَ - 2:13 
وَإِذَا لَقُوا الَّذِينَ آمَنُوا قَالُوا آمَنَّا وَإِذَا خَلَوْا إِلَىٰ شَيَاطِينِهِمْ قَالُوا إِنَّا مَعَكُمْ إِنَّمَا نَحْنُ مُسْتَهْزِئُونَ - 2:14 
اللَّهُ يَسْتَهْزِئُ بِهِمْ وَيَمُدُّهُمْ فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَ - 2:15
أُولَٰئِكَ الَّذِينَ اشْتَرَوُا الضَّلَالَةَ بِالْهُدَىٰ فَمَا رَبِحَت تِّجَارَتُهُمْ وَمَا كَانُوا مُهْتَدِينَ - 2:16 

Terjemahan (ABDULLAH MUHAMMAD BASMEIH)
  1. Sesungguhnya orang-orang kafir (yang tidak akan beriman), sama sahaja kepada mereka: sama ada engkau beri amaran kepadanya atau engkau tidak beri amaran, mereka tidak akan beriman (6)
  2. (Dengan sebab keingkaran mereka), Allah mematerikan atas hati mereka serta pendengaran mereka, dan pada penglihatan mereka ada penutupnya; dan bagi mereka pula disediakan azab seksa yang amat besar.(7)
  3. Dan di antara manusia ada yang berkata: "Kami telah beriman kepada Allah dan kepada hari akhirat"; padahal mereka sebenarnya tidak beriman.(8)
  4. Mereka hendak memperdayakan Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya memperdaya dirinya sendiri, sedang mereka tidak menyedarinya.(9)
  5. Dalam hati mereka (golongan yang munafik itu) terdapat penyakit (syak dan hasad dengki), maka Allah tambahkan lagi penyakit itu kepada mereka; dan mereka pula akan beroleh azab seksa yang tidak terperi sakitnya, dengan sebab mereka berdusta (dan mendustakan kebenaran).(10)
  6. Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Janganlah kamu membuat bencana dan kerosakan di muka bumi", mereka menjawab: " Sesungguhnya kami orang-orang yang hanya membuat kebaikan".(11)
  7. Ketahuilah! Bahawa sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang sebenar-benarnya membuat bencana dan kerosakan, tetapi mereka tidak menyedarinya.(12)
  8. Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang itu telah beriman". Mereka menjawab: "Patutkah kami ini beriman sebagaimana berimannya orang-orang bodoh itu?" Ketahuilah! Sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh, tetapi mereka tidak mengetahui (hakikat yang sebenarnya).(13)
  9. Dan apabila mereka bertemu dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata: " Kami telah beriman ", dan manakala mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka, mereka berkata pula:" Sesungguhnya kami tetap bersama kamu, sebenarnya kami hanya memperolok-olok (akan orang-orang yang beriman)".(14)
  10. Allah (membalas) memperolok-olok, dan membiarkan mereka meraba-raba dalam kesesatan mereka (yang melampaui batas itu).(15)
  11. Mereka itulah orang-orang yang membeli kesesatan dengan meninggalkan petunjuk; maka tiadalah beruntung perniagaan mereka dan tidak pula mereka beroleh petunjuk hidayah.(17)

Surah At-Taubah:Ayat 17 - 20

مَا كَانَ لِلْمُشْرِكِينَ أَن يَعْمُرُوا مَسَاجِدَ اللَّهِ شَاهِدِينَ عَلَىٰ أَنفُسِهِم بِالْكُفْرِ ۚ أُولَٰئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ وَفِي النَّارِ هُمْ خَالِدُونَ - 9:17 
إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ ۖ فَعَسَىٰ أُولَٰئِكَ أَن يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ - 9:18 
أَجَعَلْتُمْ سِقَايَةَ الْحَاجِّ وَعِمَارَةَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ كَمَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَجَاهَدَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۚ لَا يَسْتَوُونَ عِندَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ - 9:19 
الَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ أَعْظَمُ دَرَجَةً عِندَ اللَّهِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ - 9:20

Terjemahan (ABDULLAH MUHAMMAD BASMEIH)
  1. Tidaklah layak orang-orang kafir musyrik itu memakmurkan (menghidupkan) masjid-masjid Allah, sedang mereka menjadi saksi (mengakui) akan kekufuran diri mereka sendiri. Mereka itu ialah orang-orang yang rosak binasa amal-amalnya dan mereka pula kekal di dalam neraka.(17)
  2. Hanyasanya yang layak memakmurkan (menghidupkan) masjid-masjid Allah itu ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat serta mendirikan sembahyang dan menunaikan zakat dan tidak takut melainkan kepada Allah, (dengan adanya sifat-sifat yang tersebut) maka adalah diharapkan mereka menjadi dari golongan yang mendapat petunjuk.(18)
  3. Adakah kamu sifatkan hanya perbuatan memberi minum kepada orang-orang yang mengerjakan Haji, dan (hanya perbuatan) memakmurkan Masjid Al-Haraam itu sama seperti orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat serta berjihad pada jalan Allah? Mereka (yang bersifat demikian) tidak sama di sisi Allah, dan Allah tidak memberikan hidayah petunjuk kepada kaum yang zalim.(19)
  4. (Sesungguhnya) orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah dengan harta benda dan jiwa mereka adalah lebih besar dan tinggi darjatnya di sisi Allah (daripada orang-orang yang hanya memberi minum orang-orang Haji dan orang yang memakmurkan masjid sahaja); dan mereka itulah orang-orang yang berjaya.(20)



Antara doa-doa memohon lindungan Allah dari bencana dan penyakit

Friday, March 6, 2020

Doa Munajat 1

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ، وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Dengan nama Allah yang dengan nama-Nya, tidak ada satu pun yang dapat memberi kemudharatan di bumi mahupun di langit, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Doa Munajat 2

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ البَرَصِ، وَالْجُنُونِ، وَالْجُذَامِ، وَمِنْ سَيِّئِ الْأَسْقَامِ
"Ya Allah aku berlindung dengan-Mu daripada penyakit sopak,gila,kusta dan penyakit-penyakit yang buruk".

Doa Munajat 3

للَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ مُنْكَرَاتِ الْأَخْلَاقِ وَالْأَعْمَالِ وَالْأَهْوَاءِ
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari hal-hal yang mungkar baik berupa akhlak, perbuatan maupun hawa nafsu".

Doa Munajat 4

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
Aku berlindung dengan kalimah Allah yang sempurna daripada segala keburukan yang Allah SWT cipta.

Doa Munajat 5

“اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
"Ya Allah aku memohon kepada-Mu keselamatan di dunia dan akhirat”.


Hadith & Doa berkaitan Wabak Penyakit

Tuesday, January 28, 2020

Akhir zaman ini, kita dikejutkan dengan pelbagai jenis penyakit yang baru dan ganjil. Malahan, muktahir ini, virus-virus sudah semakin berkembang dan berevolusi sekaligus menyebabkan pelbagai anti-virus dan ubatan sudah tidak mampu membendung penularan penyakit era baru ini.
Image result for wabak menular
Gambar virus melalui mikroskop (sekadar hiasan)


Bermula dengan HIV, Ebola, H1N1, H5N1 dan yang terbaru pada tahun 2020, seisi dunia dikejutkan dengan penularan virus selsema baru yang dikenali dengan nama Novel Coronavirus. Bermula di daerah Wuhan, China, virus ini semakin berkembang dan menular seluruh pelusuk dunia.


Dari perspektif Islam pula, perkara ini bukan lah baru kerana sudah terdapat pelbagai peringatan dari Rasul S.A.W melalui hadith dan ayat Al-Quran. Antaranya:

عن ‏ ‏عبد الله بن عباس
‏ ‏أن ‏ ‏عمر بن الخطاب ‏ ‏خرج إلى ‏ ‏الشام ‏ ‏حتى إذا كان ‏ ‏بسرغ ‏ ‏لقيه أهل الأجناد ‏ ‏أبو عبيدة بن الجراح ‏ ‏وأصحابه فأخبروه أن الوباء قد وقع ‏ ‏بالشام

‏ ‏قال ‏ ‏ابن عباس ‏ ‏فقال ‏ ‏عمر ‏ ‏ادع لي ‏ ‏المهاجرين ‏ ‏الأولين فدعوتهم فاستشارهم وأخبرهم أن الوباء قد وقع ‏ ‏بالشام ‏ ‏فاختلفوا فقال بعضهم قد خرجت لأمر ولا نرى أن ترجع عنه

وقال بعضهم معك بقية الناس ‏ ‏وأصحاب رسول الله ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏ولا نرى أن تقدمهم على هذا الوباء فقال ‏ ‏ارتفعوا ‏ ‏عني

ثم قال ادع لي ‏ ‏الأنصار ‏ ‏فدعوتهم له فاستشارهم فسلكوا سبيل ‏ ‏المهاجرين ‏ ‏واختلفوا كاختلافهم فقال ‏ ‏ارتفعوا ‏ ‏عني ثم قال ادع لي من كان هاهنا من مشيخة ‏ ‏قريش ‏ ‏من مهاجرة الفتح فدعوتهم فلم يختلف عليه رجلان فقالوا نرى أن ترجع بالناس ولا تقدمهم على هذا الوباء فنادى ‏ ‏عمر ‏ ‏في الناس إني مصبح على ‏ ‏ظهر ‏ ‏فأصبحوا عليه

فقال ‏ ‏أبو عبيدة بن الجراح ‏ ‏أفرارا من قدر الله فقال ‏ ‏عمر ‏ ‏لو غيرك قالها يا ‏ ‏أبا عبيدة ‏ ‏وكان ‏ ‏عمر ‏ ‏يكره خلافه نعم نفر من قدر الله إلى قدر الله أرأيت لو كانت لك إبل فهبطت واديا له ‏ ‏عدوتان ‏ ‏إحداهما خصبة والأخرى ‏ ‏جدبة ‏ ‏أليس إن رعيت الخصبة رعيتها بقدر الله وإن رعيت ‏ ‏الجدبة ‏ ‏رعيتها بقدر الله ‏

‏قال فجاء ‏ ‏عبد الرحمن بن عوف ‏ ‏وكان متغيبا في بعض حاجته فقال إن عندي من هذا علما سمعت رسول الله ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏يقول:

” ‏ ‏إذا سمعتم به بأرض فلا تقدموا عليه وإذا وقع بأرض وأنتم بها فلا تخرجوا فرارا منه”

قال ‏ ‏عمر بن الخطاب فحمد الله ‏ ‏ثم انصرف ‏

Hadis Abdullah bin Abbas r.a:

Sesungguhnya Umar bin Al-Khattab pergi ke Syam. Apabila sampai ke sebuah dusun yang bernama Sarghi, beliau telah dikunjungi oleh penduduk di sekitarnya, iaitu Abu Ubaidah bin Al-Jarrah dan para pengikutnya.

Mereka mengkhabarkan bahawa wabak (penyakit taun) telah berjangkit di Syam. Ibnu Abbas berkata setelah mendengar berita itu, Umar berkata: Cuba panggilkan para sahabat Muhajirin yang pertama. Aku melaksanakan perintah Umar. Umar mengajak mereka berbincang dan memberitahu kepada mereka bahawa wabak telah berjangkit di Syam.

Mereka telah berbeza-beza pendapat mengenai berita tersebut. Sebahagian di antara mereka berkata: Engkau pergi untuk suatu urusan yang besar, jadi kami tidak sependapat sekiranya engkau pulang. Sebahagian yang lain pula berkata: Engkau diikuti oleh orang ramai dan para sahabat Rasulullah s.a.w, jadi kami tidak bersetuju apabila engkau membawa mereka menuju ke wabak ini.

Umar berkata: Tinggalkanlah aku! Kemudian beliau berkata lagi: Tolong panggilkan para sahabat Ansar. Aku pun memanggil mereka. Ketika mereka diminta berbincang, mereka telah berbeza-beza pendapat sebagaimana para sahabat Muhajirin.

Umar berkata: Tinggalkanlah aku! Lalu beliau berkata lagi: Tolong panggilkan para pembesar Quraisy yang berhijrah sewaktu penaklukan dan sekarang mereka berada di sana. Aku memanggil mereka dan ternyata mereka telah sepakat kemudian berkata: Menurut kami, sebaik-baiknya engkau bawa sahaja mereka pulang dan tidak mengajak mereka memasuki kawasan wabak ini.

Lalu Umar menyeru di tengah-tengah orang ramai: Aku akan memandu tungganganku untuk pulang, pulanglah bersamaku. Abu Ubaidah bin Al-Jarrah bertanya: Apakah itu bererti lari dari takdir Allah?

Umar menjawab: Harapnya bukan engkau yang bertanya wahai Abu Ubaidah! Memang Umar tidak suka berselisih pendapat dengan Abu Ubaidah. Ya, kita lari dari ketentuan (takdir) Allah untuk menuju kepada takdir Allah yang lain.

Apakah pendapatmu seandainya engkau mempunyai seekor unta yang turun di suatu lembah yang mempunyai dua keadaan, satunya subur dan satu lagi tandus. Adakah jika engkau mengembalanya pada tempat yang subur itu bukan bererti engkau mengembalanya kerana takdir Allah? Begitu pula sebaliknya, bukankah engkau mengembalanya kerana takdir Allah juga?

Lalu datanglah Abdul Rahman bin Auf yang baru saja tiba dari suatu keperluan. Beliau berkata: Sesungguhnya aku mempunyai pengetahuan mengenai masalah ini.

Aku pernah mendengar Rasulullah s.a.w bersabda:

"Apabila kamu mendengar terdapat wabak di suatu daerah, janganlah kamu datang ke tempatnya. Sebaliknya, sekiranya wabak itu berjangkit di suatu daerah sedangkan kamu berada di sana maka janganlah kamu keluar melarikan diri daripadanya."

Mendengar kata-kata itu Umar bin Al-Khattab memuji Allah, kemudian beredar meninggalkan tempat itu.


Apa yang dilakukan oleh Umar AL-Khattab itu selari dengan perintah Allah.

Firman Allah (bermaksud):
وَأَنفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ وَأَحْسِنُوا ۛ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

“Jangan kamu campakkan diri kamu ke dalam kebinasaan.” (Surah al-Baqarah, ayat 195).

Firman-Nya juga (bermaksud):
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُم بَيْنَكُم بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَن تَكُونَ تِجَارَةً عَن تَرَاضٍ مِّنكُمْ ۚ وَلَا تَقْتُلُوا أَنفُسَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا

“Jangan kamu bunuh diri kamu, sesungguhnya Allah sangat kasih kepada kamu.” (Surah al-Nisa, ayat 29).

Image result for wabak menular
Memastikan persekitaran selamat (gambar sekadar hiasan)


Secara amnya, sebagai seorang Islam, kita disarankan kembali kepada NYA dan amalkan apa yang telah Rasul S.A.W ajarkan, dan berpeganglah kepada AL-Quran dan Sunnah Baginda Rasul S.A.W dan yakinlah bahawa setiap penyakit itu ada ubatnya kecuali mati.

Firman Allah dalam Surah AI-Isra' ayat 82:
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا
'Dan Kami turunkan dengan beransur-ansur dari al-Quran, ayat-ayat suci yang menjadi ubat, penawar dan rahmat bagi orang yang beriman kepada-Nya.'

Hadis Rasulullah s.a.w. 
Dari Jabir R.A.:
'Katanya sabda Rasulullah s.a.w. bermaksud: 'Bagi Setiap penyakit ada ubatnya, maka apabila ubat itu sesuai untuk sesuatu penyakit, akan sembuh dengan izin Allah'.
Hadis Riwayat Muslim dan Ahmad.

Dari Usamah bin Syarik:
'Seorang Arab Badawi bertanya Rasuluilah s.a.w. (apabila beliau dihinggapi penyakit),
wahai Rasulullah s.a.w. adakah perlu kami berubat, kata Rasulullah, 'Ya', ; Wahai hamba Allah hendaklah kamu berubat; maka sesungguhnya Allah tidak menjadikan sesuatu penyakit melainkan ada penawarnya'
Hadis Riwayat At-Tirmizi (H. Hassan, Sahih)


Langkah berjaga-jaga bagi mencegah sebarang jangkitan virus yang merangkumi:
  1. Cuci tangan, terutamanya selepas sentuhan langsung dengan orang sakit dan persekitarannya,
  2. Menutup mulut dan hidung apabila batuk dan bersin,
  3. Memasak daging dan telur dengan teliti dan bersih, dan
  4. Menghindari hubungan rapat dengan sesiapa yang menunjukkan gejala penyakit pernafasan seperti batuk dan bersin.

Selain dari kebersihan diri, pemakanan yang halal dan bersih, serta menghindari dari tempat jangkitan, masyarakat yang beragama Islam juga disarankan berdoa. Antara doa yang dikongsi oleh para alim-ulama bersandarkan kepada hadith ialah:

1. Daripada Uthman bin Affan berkata, aku mendengar Nabi SAW bersabda:

مَنْ قَالَ بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ، فِي الْأَرْضِ، وَلَا فِي السَّمَاءِ، وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ، ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، لَمْ تُصِبْهُ فَجْأَةُ بَلَاءٍ، حَتَّى يُصْبِحَ، وَمَنْ قَالَهَا حِينَ يُصْبِحُ ثَلَاثُ مَرَّاتٍ، لَمْ تُصِبْهُ فَجْأَةُ بَلَاءٍ حَتَّى يُمْسِيَ

Maksudnya: “Sesiapa yang membaca:

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ، وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

(Dengan nama Allah yang dengan nama-Nya, tidak ada satu pun yang dapat memberi kemudharatan di bumi mahupun di langit, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” sebanyak tiga kali, maka dia tidak akan ditimpa bala yang datang secara tiba-tiba sehingga subuh. Dan barangsiapa yang membacanya ketika subuh sebanyak tiga kali, maka dia tidak akan ditimpa bala yang datang secara tiba-tiba sehingga petang (malam).” [Riwayat Abu Daud (5088)] [Menurut Syeikh Syuaib al-Arna’outh hadith ini adalah hasan]

2. Daripada Abu Hurairah RA berkata:

جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ مَا لَقِيتُ مِنْ عَقْرَبٍ لَدَغَتْنِي الْبَارِحَةَ، قَالَ: أَمَا لَوْ قُلْتَ، حِينَ أَمْسَيْتَ: أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ، لَمْ تَضُرَّكَ

Maksudnya: “Telah datang seorang lelaki kepada Nabi SAW lalu berkata: Wahai Rasulullah, ketika aku sedang tidur, ada seekor kala jengking datang menyengatku. Maka Nabi SAW bersabda: Jika kamu membaca ketika waktu petang (malam) itu:

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

(Aku berlindung dengan kalimah Allah yang sempurna daripada segala keburukan yang Allah SWT cipta)” nescaya tidak akan berlaku perkara yang memudharatkan kamu.” [Riwayat Muslim (2709)]

3. Daripada Ibn Umar RA, bahawa aku mendengar Nabi SAW bersabda:

لَمْ يَكُنْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدَعُ هَؤُلَاءِ الدَّعَوَاتِ، حِينَ يُمْسِي، وَحِينَ يُصْبِحُ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

Maksudnya: “Nabi SAW tidak pernah meninggalkan doa tersebut ketika petang dan pagi iaitu:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

(Ya Allah aku memohon kepada-Mu keselamatan di dunia dan akhirat”. [Riwayat Abu Daud (5074)] [Menurut Syeikh Syuaib al-Arna’outh sanad hadith ini adalah sahih]
Menurut Syeikh Abu al-Hasan al-Mubarakfuri maksud keselamatan (العافية) di dalam tersebut adalah keselamatan daripada perkara-perkara merosakkan agama serta kesusahan dunia. Dikatakan juga, keselamatan daripada penyakit-penyakit dan bala-bala. [Lihat: Mir’ah al-Mafatih, 139/8]

4. Daripada Anas bin Malik RA berkata:

كَانَ يَقُولُ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ البَرَصِ، وَالْجُنُونِ، وَالْجُذَامِ، وَمِنْ سَيِّئِ الْأَسْقَامِ

Maksudnya: Adapun Rasulullah berdoa:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ البَرَصِ، وَالْجُنُونِ، وَالْجُذَامِ، وَمِنْ سَيِّئِ الْأَسْقَامِ

(Ya Allah aku berlindung dengan-Mu daripada penyakit sopak[1], gila, kusta[2] dan penyakit-penyakit yang buruk)”.” [Riwayat Abu Daud (1554)] [Menurut Syeikh Syuaib al-Arna’outh sanad hadith ini adalah sahih]

Selain dari berdoa, ada beberapa selawat juga dianjurkan. Antaranya:
Selawat Syifa


Selawat Tafrijiyyah




** Nota: Ada sebilangan ulama menafsirkan dua selawat di atas sebagai bidaah kerana berpaksikan pada manusia. Namun, saya berpegang pada bahawa ia usaha dan selawat ke atas baginda Rasul S.A.W memang dianjurkan. Bergantung kepada niat dan percayalah bahaya kuasa itu ditangan Allah sahaja dan tiada pada makhluk yang lain.

Woe to the unjust!

Wednesday, December 18, 2019

After a while the web was left out by us, I'm back to write. This time is about the unjust and discriminatory act of many of us. Beware, as Allah S.W.T expressly stated in the Quran,

Allah swt said,
وَلَا تَحۡسَبَنَّ ٱللَّهَ غَٰفِلًا عَمَّا يَعۡمَلُ ٱلظَّٰلِمُونَۚ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمۡ لِيَوۡمٖ تَشۡخَصُ فِيهِ ٱلۡأَبۡصَٰرُ
“And do not think that Allah is ignorant of what the unrighteous do. Verily, Allah will delay them until the day when their eyes are opened.” (QS.Ibrahim:42)

ٱلۡيَوۡمَ تُجۡزَىٰ كُلُّ نَفۡسِۭ بِمَا كَسَبَتۡۚ لَا ظُلۡمَ ٱلۡيَوۡمَۚ إِنَّ ٱللَّهَ سَرِيعُ ٱلۡحِسَابِ
“Today every soul is rewarded according to what it has done. No one was harmed today. Indeed, Allah is very quick in His calculations.” (QS.Ghafir:17) 

But, there are still people, especially muslim whom choose to do unjust and telling lies. And Allah S.W.T has clearly said that these people will definitely be punished.

From Abu Hurairah RA, the Messenger of Allah (may peace be upon him) said: "Whoever commits (committing) cruelty to his brother, let him free himself from that (forgiveness) because indeed (on the Day of Judgment) the dinar and dirham will not avail anything, before his kindness was taken for his brother (to compensate for the injustice done). If he has no good, then his brother's evil will be taken away and thrown upon him. ”(Hadith of al-Bukhari, Hadith No. 6534)
Matan hadith :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ كَانَتْ عِنْدَهُ مَظْلِمَةٌ لِأَخِيهِ فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهَا فَإِنَّهُ لَيْسَ ثَمَّ دِينَارٌ وَلَا دِرْهَمٌ مِنْ قَبْلِ أَنْ يُؤْخَذَ لِأَخِيهِ مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ حَسَنَاتٌ أُخِذَ مِنْ سَيِّئَاتِ أَخِيهِ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ.
]صحيح البخاري , كتاب المظالم , باب من كانت له مظلمة عند الرجل فحللها له هل يبين مظلمته , حديث رقم 6534

Allah has warned to those being unjust, liar, and slandering (being hypocritical)
From Abu Sa'id radhiyallahu 'anhu he said, Allah's Messenger (may peace be upon him) said
إِنَّ أَحَبَّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَدْنَاهُمْ مِنْهُ مَجْلِسًا إِمَامٌ عَادِلٌ وَأَبْغَضَ النَّاسِ
إِلَى اللَّهِ وَأَبْعَدَهُمْ مِنْهُ مَجْلِسًا إِمَامٌ جَائِرٌ
“Sesungguhnya manusia yang paling dicintai oleh Allah pada hari kiamat dan paling dekat kedudukannya di sisi Allah adalah seorang pemimpin yang adil. Sedangkan orang yang paling dibenci oleh Allah dan paling jauh kedudukannya dari Allah adalah seorang pemimpin yang zalim.” (HR. Tirmidzi)
(from: https://www.kiblat.net/2016/04/13/ancaman-nabi-saw-terhadap-pemimpin-zalim-dan-para-pendukungnya/)

Rasulullah SAW said:

وَاتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُوْمِ فَإِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ اللَّهِ حِجَابٌ

“Waspadailah doa orang yang terzalimi, karena tidak ada suatu penghalang pun antara ia dan Allah.” (HR Bukhari).
(from https://www.kiblat.net/2016/08/31/kedzaliman-yang-langsung-mendapatkan-balasan-di-dunia/)

"... And whosoever among you doeth wrong, We will find in him a great punishment" (Al-Furqan: 19).





Other Resources:

Pandai Sahaja Tidak Mencukupi

Wednesday, September 12, 2018

Pandai Sahaja Tidak Mencukupi

Seorang Ayah yang tidak berpendidikan tinggi bersama dengan seorang anaknya yg terpelajar pergi berkemah di suatu tempat...

Mereka mendirikan kemah, lalu pada waktu malam keduanya tertidur...

Beberapa jam kemudian si ayah membangunkan anaknya...

Ayah : cuba kau tenguk di langit, apa yg kau nampak?

Anak : sy melihat jutaan bintang pak...

Ayah : Jadi apakah maksud tu berjuta bintang?

Anak : secara astronomi, ia memberitahu kita bahawa terdapat jutaan galaksi, bintang dan planet di alam semesta...

Si ayah lalu menampar anaknya dengan kuat, lalu berkata :
"Bangang!!! maksudnya, kita punya kemah sudah kena curi.!!!"

Moral : terlalu pandai pun kadang² boleh kasi rosak akal waras kita...😝

Ulasan Ringkas Berkenaan Syiah - Satu Pandangan

Sunday, February 12, 2017

SYIAH..ulasan ringkas dari beberapa orang ustaz. Semoga bermanfaat kepada kita semua.

1. Dr Rozaimi Ramle
https://youtu.be/9uHyfczXqMk

2. Maulana Nasaie Hanaffie
https://youtu.be/tc6GUcYeyYs

3. Dr Fathul Bari
https://youtu.be/KCAalIJEj6c

4. Dr MAZA
https://youtu.be/lzvMd65EBDo

5. Ustaz Shamsuddin
https://youtu.be/p-d7qZeg-Rg

6. Maulana Asri
https://youtu.be/6vXyJ-i0iVU
YouTube
Syiah-Salah Satu Mazhab Islam Atau Agama Baru|Dr Ust Rozaimi Ramle
Jangan LOYAR BURUK dalam BAB BIDA'AH oleh Dr Rozaimi Ramle.

"Bila masuk bab dunia, kamu lebih tahu..." jawapan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam apabila sahabat-sahabat bertanya mengapa buah tamar tidak sebaik sebelum ini. Maka jangan kita bermudah-mudah untuk membida'ahkan sesuatu jika ia bersifat keduniaan.

Janganlah kita mencampur-adukkan urusan agama dengan urusan dunia.

Hanya Allah Yang Maha Mengetahui.

https://youtu.be/4VEAqWwIjy0
YouTube
“Jangan Loyar Buruk Dalam Bab Bid’ah” // Dr Rozaimi Ramle

--- Sunday, February 12, 2017
 ---

SOALAN POPULAR - SIMPANAN SYARIAH KWSP : ULASAN TAHAP ORANG AWAM oleh Dr Zaharuddin

Monday, August 22, 2016

Dr. Zaharuddin Abd Rahman
SOALAN POPULAR - SIMPANAN SYARIAH KWSP : ULASAN TAHAP ORANG AWAM
1. Mengapa Sekarang baru Simpanan Syariah dilaksanakan?
Tidak salah saya, kesedaran berkaitan hal ini mula bercambah sejak 2007 apabila tersebarnya surat jawapan pihak KWSP kepada satu NGO yang menyebut jumlah caruman terlalu besar lalu berlaku percampuran pelaburan di tempat yang patuh Syariah dan tidak patuh. Maka mungkin ia menjadi salah satu faktor dorongan untuk wujudnya pengasingan bagi pelaburan patuh Syariah yang terasing dari konvesional. Bersyukur, pada tahun 2010, ditubuhkan Jawatankuasa Penasihat Syariah KWSP untuk mula berperanan ke arah Skim Simpanan Patuh Syariah KWSP. Ia memakan masa 6 tahun disebabkan terlalu banyak polisi & prosedur baru perlu disediakan, pengkelasan & penentuan aset, penyediaan sistem, pindaan akta KWSP di Parlimen dan lain-lain. Justeru, akhirnya dibuka kepada ahli untuk pendaftaran pada 8 Ogos 2016. Setahu saya, tiada agenda politik tersembunyi kecuali ia adalah hasil kerja yang panjang dan tersusun, demi menyahut permintaan ahli. Saya adalah di antara mereka yang sangat bersyukur dengan wujudnya pilihan Syariah ini setelah mengharapnya sekian lama. Sebarang langkah menidakkannya adalah TERCELA dan buruk kerana ITU AKAN mengekalkan pencarum Muslim dalam aktiviti pelaburan dan urusan kewangan terlibat riba.
2. Keadah Kira Dividen sama atau tidak? Sudahkan ia patuh Syariah?
Benar, kaedah pengiraan dividen tidak banyak berbeza kerana formula kiraan adalah neutral sifatnya dan agak straight forward. Cuma beza asasnya adalah, semua keuntungan sebenar pada hujung tahun kewangan setelah ditolak kos-kos sebenar dan operasi, maka dari keuntungan sebenar akan dikira jumlah peratusan dividen simpanan Syariah. Ia adalah patuh Syariah semuanya tanpa percampuran pelaburan tidak patuh Syariah dan meragukan. Itu sudah cukup menjadikannya cara kiraan yang adil dan patuh Syariah.
3. Mengapa tiada jaminan dividen 2.5 % sebagaimana Simpanan Konvensional
Dari segi syariah, keuntungan sesuatu pelaburan itu adalah berdasarkan prestasi sebenar pelaburan dan risiko pelaburan yang diambil iaitu konsep al-ghunm bil ghurm.
Justeru, tiada boleh dijamin keuntungan kerana salah satu syarat untuk tergolong dalam urus labur patuh Syariah bagi sesebuah kontrak pelaburan adalah TIADA SEBARANG JAMINAN UNTUNG MINIMA. Kontrak hubungan di antara KWSP & pencarum (ahli) adalah Wakalah, ia juga merupakan kontrak amanah yang tidak mengizinkan jaminan diberikan oleh pengurus (wakil kepada prinsipal (pencarum). Namun jika wujud kelalaian dan pecah amanah, barulah wakil boleh pertanggungjawabkan. Dicatat di dalam klausa nombor 768, Majalah al-Ahkam al-‘Adliyah dari hasil kesimpulan ijtihad ulama dari empat mazhab:-
الأمانة غير مضمونة، فإذا هلكت أو ضاعت بلا صنع الأمين ولا تقصير منه لا يلزمه الضمان.
Ertinya: “(Kontrak) amanah tidak boleh dijamin, justeru apabila musnah atau hilang bukan disebabkan perbuatan yang pemegang amanah dan buka asbab kecuaian darinya, tidak boleh dimestikan baginya jaminan (gantian)” (Syarh Al-Majallah, Salim Rustam Baz, hlm 426)
Juga keputusan Majlis Syariah ulama Sedunia dari AAOIFI yang memutuskan sebagai berikut:-
لا يجوز اشتراط الكفالة أو الرهن في عقود الأمانة ..لمنافاتهما لمقتضاها ما لم يكن اشتراطهما مقتصرا على حالة التعدي أو التقصير أو المخالفة....ولا يجوز تسويق عملياتها على أنها استثمار مضمون.
Ertinya: “Tidak harus disyaratkan kafālah atau rahn dalam kontrak-kontrak berstatus amanah (IAITU TERMASUK WAKALAH SEBAGAIMANA DIAMALKAN OLEH KWSP – penterjemah)…disebabkan bercanggah keduanya dengan kandungan kontrak amanah, kecuali jika syarat itu hanya terhad kepada ketika wujdunya kecuaian dan pencerobohan atau percanggahan, …dan tidak harus juga dipromosi seolah produk pelaburan ini adalah sebuah pelaburan yang dijamin”
Selain itu, jaminan keuntungan mengandungi unsur kezaliman terhadap satu pihak iaitu wakil , dimana dia dipertanggungjawabkan atas kerugian sebenar (jika berlaku), padahal wakil tidak lalai dan tidak pula melanggar perjanjiannya. Jika lalai, itu juga tidak boleh menjamin keuntungan, hanya sekadar modal sahaja yang boleh dituntut.
Pun begitu, Simpanan Syariah KWSP pastinya TIDAK akan bermudah-mudah ketika menguruskan dana AMANAH AWAM ini, ia akan PASTINYA diuruskan dengan segala kepakaran dan profesionlisme sebagaimana berpuluh tahun yang lalu, dimana tidak pernah menyaksikan kerugian atau dividen yang kurang dari 4 % sejak tahun 1960.
4. Simpanan Syariah akan memudahkan penyelewengan atas dana ahli dan pencarum kerana sifat tiada jaminan.
Ini merupakan satu telahan berbentuk provokasi berbau politik kepartian yang agak ekstrem, namun hakikatnya, berbanding simpanan konvensional, wang yang diurus di dalam Simpanan Syariah akan terdapat SATU LAGI LAPISAN dan tapisan, iaitu pelaburan dan gunapakai wang ahli dibuat yang dilakukan oleh pihak wakil (Pengurusan KWSP), jika sebelum ini hanya berpandu keputusan dari Panel Pelaburan dan Lembaga, namun bagi simpanan ini, Jawatankuasa Syariah KWSP PERLU dirujuk. Itu bagi memastikan produk dan penggunaannya mematuhi hukum Syariah. Pematuhan Syariah pula bukanlah hanya dari aspek kontrak dan syaratnya sahaja malah mesti mematuhi garis panduan/parameter pelaburan syariah yang ditentukan oleh Jawatankuasa Penasihat Shariah, termasuklah tahap risiko, reputasi dan sebagainya. Kuasa ini diberikan oleh Akta KWSP dan Kaedah-kaedah KWSP yang meletakkan Jawatankuasa Syariah dengan kuasa tersendiri. Maka jika dijawab secara 'nakal', simpanan konvensional mungkin lebih besar risikonya.
5. Simpanan Syariah terdedah kepada hilang duit caruman sekaligus juga.
Dalam Seksyen 28 tajuk Peruntukan bagi pendahuluan daripada Kumpulan Wang Disatukan Persekutuan
“Jika Kumpulan Wang pada bila-bila masa tidak berupaya untuk membayar apa-apa jumlah wang yang Kumpulan Wang dikehendaki membayar di bawah Akta ini, jumlah wang yang dikehendaki dibayar sedemikian hendaklah dipertanggungkan ke atas dan didahulukan kepada Kumpulan Wang daripada Kumpulan Wang Disatukan Persekutuan (Federal Consolidated Fund) dan Kumpulan Wang hendaklah dengan seberapa segera yang praktik membayar balik kepada Kerajaan Malaysia jumlah wang yang telah didahulukan sedemikian.”
Kesimpulannya, sebagaimana wang simpanan konvensional KWSP, Simpanan Syariah turut termasuk dalam peruntukan seksyen ini, maka kedua-dua tabung simpanan Konvensional dan Syariah terpelihara melalui seksyen ini.
Cuma Simpanan Syariah hanya tiada jaminan dividen 2.5 % sahaja bagi memastikan ia memenuhi syarat kontrak yang patuh Syariah, itu bukanlah muslihat tersembunyi atau ingin disengajakan tiada dividen, tetapi ia adalah KEPERLUAN UNTUK menjadi PATUH Syariah dan hal ini telah dibincang sejak tahun 2010 lagi. Simpanan Konvensional pula, sekalipun terdapat jaminan minima dividen, hasil itu terdedah kepada hasil keuntungan pelaburan tidak patuh Syariah yang akhirnya mesti juga dibersihkan khususnya setelah wujudnya Simpanan Syariah ini.
6. Mengapa tidak ditukar ke akaun Simpanan Patuh Syariah secara automatik untuk semua Muslim?
Ibadah zakat pun tidak boleh diwajibkan secara undang-undang untuk terpotong secara automatik dari pendapatan pekerja Muslim. Kecuali mesti dengan pilihan dan persetujuan pekerja maka barulah selepas itu berlaku secara automatik. Selain itu adalah kerana :-
a. Ciri kewangan dan punya risiko berbeza maka tidak boleh sewenang ditukar tanpa izin dan persetujuan muktamad dari ahli pencarum. Justeru, jika diubah secara automatis, dibimbangi apabila berlakunya perbezaan dividen di antara Syariah dan Konvensional, mereka yang ditukar secara automatik akan membantah dan mempertikai apabila dividen halal lebih rendah (jika lebih tinggi pastinya tiada masalah). Perlu diingat, dividen kedua-duanya kini boleh berbeza, lebih rendah atau lebih tinggi.
b. KWSP tiada menyimpan data lengkap berkaitan status agama ahli/pencarum kerana dahulunya pendaftaran kwsp mengunakan kad pengenalan dan dahulunya tiada status agama disebut di atasnya. Malah DAHULUNYA juga tidak kelihatan keperluan yang jelas bagi KWSP untuk mengambil tahu status agama ahli/pencarumnya, disebabkan sifatnya hanya selaku penyimpan dan pengurus wang saraan pekerja di Malaysia tanpa mengira agama dan bangsa.
c. Memerlukan akad dan ijab qabul yang jelas dan memerlukan ahli yang sebenar datang sendiri dan menutup ruang kesilapan dan kesalahan dalam pemberian akad wakalah kepada KWSP. Justeru cap jari adalah kaedah paling selamat memastikan aqad benar-benar mencapai taradhi (full consent).
7. Adakah dividen terdahulu haram?
Dividen dahulu terhasil daripada pelaburan TIDAK patuh Syariah dan ada juga patuh Syariah serta ada juga yang tidak ditentukan statusnya, kerana sebelum ini ia tidak terikat. Adapun, kaedah pengurusan dividen tidak patuh Syariah, terhadap perbezaan pandangan, Majlis Fatwa Kebangsaan putuskan ia tidak perlu dibersihkan bagi sesiapa yang ingin mengubah kepada Simpanan Syariah, atas pelbagai hujjah yang panjang untuk dinyatakan di sini. Namun sesiapa yang TETAP ingin membersihkan, maka dalam masa terdekat pihak KWSP akan mengeluarkan cadangan kaedah dan kiraan. Perlu tunggu sedikit masa lagi akan dikeluarkan oleh pihak KWSP di web mereka.
8. Adakah ahli berdosa sebelum ini kerana pelaburan KWSP bercampur ?
Sebelum wujudnya pilihan Simpanan Shariah, ahli beragama Islam tiada pilihan untuk memastikan simpanannya diuruskan mengikut prinsip syariah, maka pada ketika itu ianya dianggap sebagai bukan pilihannya dan tidak dipertanggungjawabkan sebarang hukum taklifi ke atas ahli disebabkan ia di luar bidang kuasanya. Ia disebabkan simpanan ini merupakan simpanan wajib oleh undang-undang dan kerajaan.
9. Kerajaan hutang KWSP beratus billion, siapa nak bayar dan apa penjelasan?
Jawapan bagi persoalan hutang boleh dibaca dari artikel berikut http://norman-g.blogspot.my/…/08/kwsp-simpanan-shariah.html…
PENUTUP
Begitulah sedikit penjelasan peribadi dengan bahasa ORANG AWAM dari pihak saya, BUKAN diatas kapasiti mana-mana pihak kecuali penjelasan selaku warga Malaysia (jika ada kesalahan fakta, saya akan edit semula), pejuang kewangan Halal dan ahli berdaftar Simpanan Syariah KWSP yang sentiasa inginkan semua umat Islam terselamat dari bahana riba yang boleh menghilangkan keberkatan dalam kehidupan dan keselamatan di akhirat.
Apabila peluang sudah berada di hadapan mata, janganlah beralasan lagi kelak nanti ‘terlewat’. Hal yang sudah diberi ‘kuasa' dan pilihan di tangan sendiri, maka JANGANLAH diabaikan DENGAN SANGKAAN-SANGKAAN yang mungkin merupakan BELITAN Iblis agar si muslim masih terus selesa dalam Riba dengan justifikasi-justifikasi tertentu yang kononnya kelihatan logik namun hakikatnya meminggirkan akhirat. Nauzubillah min zalik.
Saya sedikit dukacita apabila membaca hanya baru sekitar RM 25 billion telah dipohon untuk beralih ke Simpanan Syariah sejak dilancarkan 8 Ogos 2016 yang lalu, kita mengharapkan ia mencecah RM 100 billion di akhir tahun ini. Menurut Walaupun jumlah alokasi awal hanya RM 100 billion namun hingga kini o Pada hari ini, pelaburan KWSP dalam aset-aset patuh syariah telah mencapai 45% (RM295 bilion) daripada keseluruhan pelaburan KWSP. Justeru itu, pihak KWSP bakal menaikkan alokasi Simpanan Syariah sekitar 20-30 billion setiap tahun sekiranya mempunyai permintaan, dan mereka masih mempunyai kapasiti untuk menambahnya tanpa sukar.
TAHNIAH JIKA ANDA MAMPU MEMBACA SEHINGGA DI SINI DENGAN FAHAM DAN TELITI. ANDA MEMANG HEBAT & PUNYAI CIRI PENCINTA maklumat.dan bukannya peminat viral info tanpa nama .!
Dr. Zaharuddin Abd Rahman